Switch Operator

loading...
     Sekarang kita menginjak ke operator switch. Operator ini hanya kadang-kadang saja digunakan atau diperlukan jika ada pilihan. Justru karena adalah pilihan yang diperlukan, EA harus membutuhkan switch. Biasanya jika kita gunakan dengan if-else, hanya akan memiliki program yang besar dan tidak sesuai porsinya. Nah pilihannya jatuh pada switch.


Apa itu Switch Operator ?
Switch Operator adalah membandingkan nilai ekspresi dengan konstanta di semua varian kasus dan memberikan kontrol ke operator yang sesuai dengan nilai ekspresi. Jadi Anda disuruh milih nih ada A, B, C, D, E atau 1, 2, 3, 4, 5. Nah pilihan itu dipilih baru fungsi akan bergerak seseuai instruksi sang pemrogram.

Ciri-ciri yang paling bisa diketahui dari switch operator adalah adanya switch case. dimana operator ( case ) dijadikan alat untuk memilih, sedangkan ( switch ) dipakai untuk memberikan tempat atau lahan untuk memilih. Sedangkan proses selesainya memanfaatkan operator break. Bagaimana rumusannya ?

switch(expression)
 {
  case constant: operators
  case constant: operators
    ...
  default: operators
 }

Yang perlu diperhatikan : Setiap varian kasus dapat ditandai dengan sebuah konstanta integer atau literal atau dengan ekspresi konstan. Ekspresi konstanta tidak dapat berisi variabel atau pemanggilan fungsi. Ekspresi operator switch harus berupa tipe integer.

Sebagai contohnya dari switch operator adalah :

switch(x)
 {
  case 'A':
     Print("CASE A");
     break;
  case 'B':
  case 'C':
     Print("CASE B or C");
     break;
  default:
     Print("NOT A, B or C");
     break;
 }

Artinya : Anda disuruh memilih jika pilih A, maka program akan menampilkan “CASE A”. Jika memilih B atau C maka akan menampilkan “CASE B or C”, jika memilih selain A, B, atau C maka program akan menampilkan “NOT A, B, or C”. Begitulah kira-kira cara memanfaatkan Switch operator.
loading...

0 Response to " Switch Operator "

Post a Comment